Regulasi diri pada anak adalah kemampuannya untuk dapat secara aktif berperilaku yang didasarkan pada pemikiran dan emosi yang matang, agar dapat menunjukkan kehadiran dirinya dengan cara yang diterima oleh lingkungan sosial.
Regulasi diri pada anak bukan sesuatu hal yang instan ada namun harus dilatih dengan konsisten sebab melibatkan keterampilan emosi, kemampuan berpikir, dan menunjukkan perilaku yang pada akhirnya akan berujung pada pembentukan karakter.
Regulasi diri anak akan sangat bermanfaat ketika menjalin relasi sosial maupun berinteraksi dengan orang lain. Anak bisa memahami kapan dia harus menghentikan tangisnya, menunda keinginannya dengan tenang, memulai suatu kegiatan yang baru, atau sekedar memahami pentingnya menyelesaikan suatu tugas.